Rabu, 04 Januari 2017

UU ITE

Pentingnya UU ITE

Dewasa ini dalam penggunaan internet ada beberapa yang perlu diperhatikan, mengingat tak jarang terdapat beberapa kasus yang disebabkan atas kesalahan dalam penggunaan internet, terutama sosial media. Dibawah ini merupakan UU ITE, silahkan klik link dan dibaca agar kita bersama dapat lebih bijak lagi dalam menggunakan internet sehingga terhindar dari hal-hal yang tidak di inginkan.

www.kemsos.go.id/unduh/Roren/UU_ITE no 11 Th 2008.pdf

Selasa, 14 Juni 2016

Satu Hari di Tamansari (Water Castle)







Tamansari atau dikenal juga sebagai Water Castle adalah situs bekas peninggalan Keraton Yogyakarta. Menurut informasi yang diberikan oleh pemandu (guide) saat itu, Tamansari ini dipergunakan oleh Raja Mataram (Jogja) saat itu beserta para istrinya dan putrinya untuk mandi di bulan-bulan tertentu. Meski saat ini tidak semegah dulu, tapi keindahan arsitektur dari bangunan Tamansari ini masih bisa di nikmati dan banyak spot-spot menarik untuk berfoto.

Tamansari dibangun pada tahun 1758-1769 oleh Raja Mataram (Jogja) saat itu yaitu, Sultan Hamengku Buwono I. Kondisinya memang jauh berbeda dengan ketika tamansari ini dibuat, namun masih hingga saat ini kondisi dari bangunan-bangunannya bisa dibilang masih cukup terjaga dan masih tampak sisi artistik dari bangunan ini. Pada saat masuk dan melewati pintu masuk, maka kita akan langsung melihat kolam yang biasanya dijadikan tempat mandi Raja beserta istri-istrinya kala itu. Disebelah kiri dari kolam terdapat ruangan khusus untuk sauna raja yang saat itu cara pemakaiaannya masih sangat tradisional, dimana uap yang dihasilkan merupakan hasil pembakaran dari kayu cendana.



Sekitaran kolam ini memang tempat yang cukup ramai dijadikan tempat berfoto. Meskipun cuaca saat itu panas, namun tidak menghalangi para wisatawan untuk menikmati sisi artistik bangunan dan berfoto di area ini. Kami cukup tergoda untuk berendam, namun dikarenakan tempat ini merupakan situs budaya, jadi tidak diperkenankan untuk berendam.

Setelah puas berfoto di area kolam, biasanya para guide mengarahkan untuk napak tilas menuju danau buatan yang merupakan rekonstruksi serangan Inggris ke Keraton Yogyakarta pada tahun 1812. Sisa-sisa yang dapat dilihat hanyalah dermaga beserta jembatan. karena danaunya sendiri saat ini telah menjadi pemukiman warga. Setelah itu kami diajak  menuju masjid bawah tanah, melewati sebuah lorong. Uniknya di lorong ini sering adanya kegiatan dari sekumpulan muda-mudi yang tengah berlatih menari tradisional dan alat musik tradisional.





Saat sampai di masjid bawah tanah kami ditakjubkan dengan bangunan yang saat ini masih kokoh, meskipun dulunya hanya dibangun dengan bahan yang seadanya. Bangunannya ini kokoh meskipun dulunya berada dalam air, dan menurut cerita dari guide juga bahwa masjid bawah tanah ini selain berfungsi sebagai tempat ibadah, dipergunakan juga sebagai tempat persembunyian dari penjajah saat itu.

Untuk yang tertarik mengunjungi Tamansari ini dapat mengikuti panduan sebagai berikut, Istana Air Tamasari terletak di Jalan Taman sekitar 10 menit dari keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, bagi yang melalui jalur barat (Jakarta atau Kebumen) bisa menuju jalan lingkar barat (Ring Road Barat tapi bukan menuju jalan ini, hanya melewati) setelah melalui Jalan Wates lalu lurus menuju jalan RE Martadinata – Jalan Kyai Haji Ahmad Dahlan – Belok kiri menuju Jalan Nyai Ahmad Dahlan – lurus Jalan Ngasem – belok kiri Jalan Taman.Kalau dari Magelang atau Semarang, bisa melalui jalan Magelang kearah selatan melewati Jalan Tentara Pelajar – Jalan Letnan Jendral Suprapto – belok kiri ke arah jalan Kyai Haji Ahmad Dahlan – Jalan Nyai Haji Ahmad Dahlan – Jalan Taman. Jika dari arah timur atau Surakarta atau Klaten bisa melalui Prambanan ke arah barat menuju pertigaan Janti ( naik ke jalan layang) belok kiri ke arah Ring RoadTimur – Jalan Kusumanegara – Jalan Sultan Agung – Jalan Nyai Ahmad Dahlan. Atau dari jalan Janti (Jogja Expo Center) ke arah Jalan Ngeksigondo – Jalan Perintis Kemerdekaan – Jalan mentri Supeno – Jalan Kolonel Sugiyono lurus ke Jalan Sutoyo belok kanan ke jalan gading (ada gapura plengkung / setengah lingkaran) melewati alun-alun selatan – Jalan Taman.Harga tiket masuk ke Istana Air Tamansari cukup terjangkau, untuk sekali masuk  dikenakan tiket Rp. 6.000,-/orangnya dan untuk yang membawa kendaraan belum termasuk parkir kendaraan melalui pintu depan, kecuali masuk dari sumur gemuling hanya membayar parkir saja namun harus berjalan sekitar 1 kilometer. Disarankan agar menggunakan jasa bagi yang pertama kali mengunjungi Tamansari, agar bisa mendapatkan informasi yang jelas mengenai sejarah dan lain-lain mengenai Tamansari, sekaligus biasanya mereka dapat membantu menemukan spot-spot menarik untuk berfoto dan menemukan angle yang menarik. Di Tamasari banyak orang yang bekerja menjadi guide info tour, biasanya mereka menunggu ada di depan pintu gerbang masuk Istana Air Tamasari. Untuk biaya tambahan biasanya sekitar Rp. 20.000,- sd Rp. 25.000 ,- (guide tour biasanya bilang sekedarnya tanpa menyebut besaran yang mereka minta).  

Minggu, 22 Mei 2016

Introduction

Hi! Welcome to my blog. My name is Mediana Arfah. Born 27th August 1996. Currently studying English Literature at SBTA YAPARI-ABA Bandung. Well, I hope you enjoy my blog!